Pelatihan Hipnoterapi

Tampilkan postingan dengan label Falsafah Hidup Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Falsafah Hidup Jawa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 September 2023

Falsafah Hidup Jawa "Siji Wadah Ojo Pecah" Congkrah"

Falsafah Jawa “Siji Wadah Ojo Nganti Pecah” dan artinyaKang Santoso kali ini mencoba memberikan sudut pandang lain dari slogan  falsafah hidup jawa “ Siji Wadah Ojo Nganti Pecah”. Dari segi makna bahasa, kalimat tersebut sekilas memang kelihatan bermakna bagus, artinya: satu organisasi, satu rumah, satu komunitas, satu keluarga, satu kelompok jangan sampai terjadi perpecahan, karena masih berada dalam satu rumah (tempat). Jika terjadi perselisihan, usahakan tetap berada dalam satu wadah.

Falsafah Hidup Jawa  "Siji Wadah Ojo Pecah"  Congkrah"
Falsafah Hidup Jawa  "Siji Wadah Ojo Pecah"

Tapi, apakah demikian itu yang terjadi? tentu tidak!!! slogan itu hanya menjadi sebuah jargon semata, yang tidak berpengaruh pada tindakan. Mengapa?! karena, tidak lain tidak bukan adanya individu yang masih mempunyai ego yang tinggi, merasa paling benar dengan argumentasi nya dan semua tindakannya. Yang mana argumentasi dan tindakan nya tersebut melawan arus (bententangan) dengan pendapat mayoritas. Pada akhirnya orang yang berkarakter seperti itu justru akan di kucilkan dari sebuah komunitas. Kemudian dirinya merasa teraniaya, terdzolimi, di perlakukan tidak adil oleh suatu komunitas. Dan yang sangat di sayangkan hal tersebut di gunakan untuk memprofokasi orang lain (teman-teman nya yang ada dalam satu komunitas)

Tentang falsafah hidup jawa yang lain, kami pernah menulis tentang Asmo Kinaryo Jopo

SLOGAN "Siji Wadah Ojo Nganti Pecah" Justru Memicu Perpecahan!!!

Ini merupakan sudut pandang lain dari saya pribadi dan anda sebagai pembaca tulisan  Makna "Siji Wadah Ojo Nganti Pecah" boleh untuk tidak setuju terkait dengan pendapat ini. 

Sudut pandang saya ini, di latar belakangi oleh keilmuan seni komunikasi baik di keilmuan NLP maupun keilmuan di hypnotist, yang keduanya objek kajian nya di wilayah data pikiran sadar dan bawah sadar. 

Baca juga Tempat Belajar Hipnotis - Hipnoterapi Di Kediri

Mendidik KESADARAN

Dari berbagai penelitian 88 % yang mengendalikan hidup kita adalah pikiran bawah sadar, sisanya adalah pikiran sadar. Baik buruknya seseorang adalah pengaruh dari alam bawah sadar, penjahat manapun, koruptor dimanapun jika ditanya secara sadar tentang apa yang telah dilakukannya pastinya mereka akan menjawab bahwa apa yang dilakukan meraka itu tidaklah benar, tetapi mengapa mereka masih melakukannya? itulah hasil dari peran dari pikiran bawah sadar. 

Bagaimana cara kita mendidik pikiran bawah sadar ini?

Otak (Pikiran) Sadar dan Bawah Sadar

Manusia mempunyai dua macam bentuk pikiran yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar berfungsi mengidentifikasi informasi, membandingkan dengan data yang sudah ada dalam memori, menganalisa data dan memutuskan data baru akan disimpan, dibuang atau diabaikan sementara.

Pikiran bawah sadar yang kapasitasnya jauh lebih besar dari pikiran sadar mempunyai fungsi yang jauh lebih komplek. Semua fungsi organ tubuh kita diatur cara kerjanya dari pikiran bawah sadar. Nilai-nilai yang kita pegang, sistem kepercayaan dan keyakinan terhadap segala sesuatu dan memori jangka panjang kita juga terdapat dalam pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar tidak memerlukan mata, telinga atau panca indera, tetapi ia bekerja dengan menggunakan mata batin atau disebut imajinasi. Pikiran bawah sadar bekerja mirip sebuah memori komputer. Ia menyimpan informasi yang pernah kita lihat, dengar, dan rasakan secara permanent.

Fenomena Ke(tidak)sadaran dari slogan "Siji Wadah Ojo Nganti Pecah" 

Pikiran bawah sadar tidak bisa memberikan gambaran atas kata sifat atau perintah seperti kata “jangan / ojo pecah”. Ia hanya bisa mengimajinasikan kata benda atau kata kerja. Mengapa ketika kepada anak kecil dibawah umur 5 tahun. Ketika dikatakan kepadanya “jangan lari” dia akan lari”. “Jangan nakal” dia akan nakal. Mengapa? Karena otak bawah sadar dan imajinasinya tidak bisa menggambarkan kata “tidak” atau “jangan”. Ketika anda mengatakan “jangan lari” yang ia lihat adalah gambar orang berlari bukan orang berhenti berlari. “jangan” adalah kata abstrak.

Hal ini tidak saja terjadi pada anak kecil, tetapi juga orang dewasa. Ketika larangan “OJO PECAH” seringkali hal itu tidak memberikan hasil. Kenapa? Karena otak bawah sadar tidak mengenal kata “jangan / OJO”. Tidak ada gambar yang muncul ketika “jangan / OJO” diucapkan. Yang muncul justru gambar pecah nya. Maka orang tetap saja "PECAH" walau dilarang.

Para copy writer, iklan banyak yang memanfaatkan sifat manusia ini, mereka mengatakan jangan dibaca bagian tertentu tetapi pembaca tetap saja membaca. Selain rasa ingin tahu juga karena adanya gambar “(jangan)” baca bagian tertentu itu, “jangan” diberi tanda kurung karena otak bawah sadar tidak memperoleh gambaran atas kata “jangan”. Apakah Anda bisa menggambarkan “jangan” sebagai bentuk?

Di jalan kita banyak menemukan tulisan “jangan merokok”, “say no to drugs”, “jangan ngebut”. Apa yang ada di imajinasi Anda? “merokok”, “drug”, dan “ngebut”. Jadi, orang bukannya berhenti merokok, ngedrugs, atau ngebut tetapi malah melakukannya. 

Pikiran bawah sadar lebih peka terhadap gambar, jika gambar iklan rokok dipasang cowok yang ganteng dan gagah, maka pikiran bawah sadar kita akan mengikutinya, sebaiknya larangan merokok diganti dengan gambar-gambar pasien rokok, iklan narkoba ditampilkan korban akibat narkoba, atau gambar korban kecelakaan akibat kebut-kebutan.

Sebaiknya kita juga mencari kata-kata yang bersifat positif dan tegas dalam mendidik anak, misalnya jangan katakan kepada anak “jangan boros”, tetapi “ berhematlah, “jangan nakal” tetapi “berbuat baiklah, “jangan berdusta”, tetapi “ jujurlah”.

Tugas kita bersama untuk menjaga kemurnian kasadaran. Pastikan generasi penerus kita tumbuh tanpa mengenal referensi hidup yang negatif (Perpecahan, kekerasan, korupsi, perkosaan, perselingkuhan dll), tetapi mereka mengenal referensi yang positif ( kasih sayang, rukun, kerjasama, saling menghormati, harmonis, humanis, disiplin, bertanggungjawab, prestasi dll). 

Sehingga dapat di simpulkan dari falsafah "Siji Wadah Ojo Pecah" justru menjadi pemicu "PECAH" itu semakin cepat dan membesar. Karena sekali lagi, otak bawah sadar manusia tidak bisa menggambarkan kata sifat / kata perintah, dia hanya bisa menggambarkan kata sifat / kata benda. Sehingga ketika slogan "Siji Wadah Ojo Pecah" sering kali di sampaikan di berbagai forum, justru disitu sangat rentan terjadi perselisihan dan perpecahan. Karena yang di terima oleh otak bawah sadar hanyalah kalimat "PECAH"nya saja.

Dengan demikian, kita hendaknya memilih slogan falsafah hidup jawa yang lebih positif, seperti: Nyawiji Manunggal Dadi Siji

Moga tulisan ini mampu menyadarkan kita semua…amin.

Falsafah Hidup Jawa  "Siji Wadah Ojo Pecah"  Congkrah"

Minggu, 05 Juli 2015

Asmo Kinaryo Jopo - Nama Mengandung Pengarapan dan Doa

Asmo Kinaryo Jopo adalah bagian dari falsafah hidup jawa yang artinya: Nama mengandung pengharapan dan Doa. yang harus kita ugemi (pegang) sampai kapan pun, karena di dalamnya berisi tentang anjuran kepada kita agar senantiasa memberikan "Nama" yang baik, tidak hanya sebatas nama orang, tapi mencakapun "nama" yang lebih luas. Jika anda sebagai orang tua yang mau memberikan nama kepada bayi kesayanganya, maka hendaknya menggunakan nama yang mempunyai makna kebaikan. Ingat, Bahwa Nama adalah Doa, maka dari itu jangan sekali-kali memberikan nama kepada anak kesayangan kita dengan nama yang tidak jelas artinya. Yang lebih parah lagi, jika ada orang tua yang memberi nama anak dengan nama sembarangan, asal keren seperti nama artis di TV tapi secara harfiah ternyata mempunyai arti yang tidak baik.

William Shakespeare pernah mengungkapkan: "What's in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet." (Apalah arti sebuah nama? Andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi).  Sebaliknya, bagi sebagian besar umat muslim Nama adalah doa, memberi nama anak sama artinya dengan mendoakan anak


Berikut ini kreteria nama-nama yang baik:
Nama yang mengandung unsur pujian atau nama yang memiliki makna terpuji. Harapannya ketika nama ini disebut atau dibuat memanggil maka secara tidak langsung sudah mendo'akan agar si empunya nama benar-benar menjadi orang yang terpuji lahir dan batin dinisbatkan dengan nama yang diberikan Allah SWT kepada Rosul-Nya yaitu nabi Muhammad SAW yang memiliki arti orang yang terpuji.
Mengandung unsur do'a. dalam nama tersirat sebuah do'a. Dengan menyebut nama ini berarti ikut mendo'akan pada si yang punya nama. Maka penting sekali bagi kita dalam memberi nama seorang anak atau memberi nama sesuatu hal yang diharapkan kebaikannya dengan nama yang baik karena dengan nama itu disebut seseorang berarti sebuah do'a secara tidak langsung sudah terpanjatkan.
Nama yang mempunyai arti yang baik. Entah itu ambilan dari kata bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, India, Arab dan lainnya. Contoh nama yang diambil dari bahasa Jawa yaitu Sugeng, memiliki makna hidup. Harapannya kelak akan menjadi orang yang benar-benar hidup secara lahir maupun batin. Hidup fisiknya, hidup akalnya, hidup pikirannya dan hidup-hidup yang lain. Contoh lagi Karyo seperti dalam film Si Doelnya Rano Karno yang diperankan oleh almarhum Basuki. Nama itu memiliki makna berkarya. Cocok dan sesuai dengan si Karyo yang orangnya seperti enggan untuk menganggur. Selalu ingin berkarya dan melakukan apa saja yang berguna. Nama Basuki sendiri memiliki makna bahagia karena ingin masa yang akan datang menjadi orang yang bahagia


Jika anda seorang penulis, maka hendaknya anda memberikan judul yang terbaik untuk tulisan anda, baik itu dari susunan  dan pemilihan kata nya, sehingga tidak mengandung ambigu yang jadi sebab terjadi nya salah pemahamam di kalanga pembaca.

Mari budayakan nama yang baik dalam hal apapun. Siapa tahu dengan nama yang baik Tuhan akan memberikan kebaikan-kebaikan yang lain. Bagaimana dengan nama Anda?
Ingaaaaaat, Asmo Kinaryo Jopo